Views: 929
0 1

Terlambat Bayar Cicilan, Debt Collector Ambil Paksa Kendaraan Warga Sukabumi

Redaksi Otoritas
Views: 930
0 1
Read Time:3 Minute, 11 Second

Sukabumi, otoritas.co.id – Kasus pengambilan kendaraan yang mengalami kredit macet atau terlambat pembayaran cicilan oleh debt collector, sering terjadi di Sukabumi

kejadian ini, biasanya pemilik kendaraan hanya pasrah dan menyerahkan mobil atau motornya karena ditekan maupun dikalabui

Penarikan kendaraan yang diduga dilakukan oleh 4 orang yang mengatas namakan PT. Adira Finance,Rabu (15/02/2023) sekira pukul 13.23 dipertayakan soban (36) warga caringin Kabupaten sukabumi, saudara pemilik kendaraan.

Diketahui  mobil Daihatsu pick up   milik Lukman Hakim yang diambil dengan cara mengelabui oknum yang mengatasnamakan PT. Adira Finance. Selasa (14/02/23)

Peristiwa terjadi di kampung nengeng Desa Cijengkol Kecamatan Caringin, dan di giring ke Kantor PT. Adira Finance cabang Sukabumi

Hakim bercerita, mobil miliknya diambil dengan cara mengajak nya ke kantor Adira, di kantor tersebut unit harus disimpan dan bisa di ambil ketika kewajiban tunggakan yang 2 bulan di bayar.

Dan yang sangat heran pihak Adira meminta debitur untuk menandatangani tanpa membaca dan memberitahu isinya, bahkan bacaanya juga di tutupi oleh pihak Adira

“mobil saya sudah menunggak 2 bulan, dan saya di giring oleh debt colector untuk ikut ke kantor dan di situ juga saya harus menitipkan kendaraan sebelum pembayaran belum bisa diambil, dan saya juga di suruh tanda tangan tapi ga tau isi nya,” terang Hakim

Di tempat tepisah soban mengatakan bahwa pemilik mobil nya hanya bisa menurut tampa ada lawanan apa pun dan hanya menegaskan bahwa mobil di titip kan dan besok akan membayar tunggakan.

“Memang mobil saudara saya pada saat itu telah menunggak 2 bulan dan dalam proses penarikan tersebut, pada saat itu para oknum diduga debt colektor tidak menunjukan dokumen yang lengkap seperti sertifikat jaminan fidusia,” ujar Hakim

Bahkan menurut Hakim saudaranya tersebut di paksa untuk tanda tangan surat yang di serahkan para debt colektor, akan tetapi saudaranya tidak mengetahui atau membaca surat tersebut, bahkan suratnya juga ditutupi. Berdasarkan uraian tersebut mobil sudah berpindah tangan ke debt colector dengan suruhan PT. Adira Finance.

Keesokan harinya saudaranya tersebut pergi ke kantor PT. Adira Finance cabang sukabumi untuk melunasi tunggakan angsuran.
Kaget mendapatkan informasi bahwa unit harus ada biaya batal tarik sebesar Rp11 juta dan belum angsuran 2 bulan beserta denda berarti kisaran 18 juta lebih.

Berikut catatan konsumen, terkait penarikan Kendaraan Oleh Debt Collector PT Adira Finance yang tidak sesuai prosedur :

1.  Mengenai penentuan cidera janji secara sepihak oleh Pihak PT.Adira, karena bertentangan dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019.

2. Pihak PT. Adira melakukan eksekusi benda jaminan tidak seseuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku

3. Dalam penarikan kendaraan bermotor kami, Pihak PT Adira tidak menunjukan bukti bukti dokumen yang sah untuk menarik kendaraan tersebut, salah satu dokumen tersebut adalah serifikat fidusia dan juga belum ada kesepakatan antara pihak PT.Adira dan pihak debitur untuk menyerahkan barang jaminan.

4. Pihak yang melakukan penarikan adalah debt kolektor eksternal PT.Adira yang tidak memiliki hubungan perjanjian apa-apa dengan debitur.

5. Dalam proses penarikan terdapat tindak pidana Penipuan yaitu diatur dalam pasal 378 KUH Pidana, karena para debt colektor secara tidak langsung melalui tindakan dengan daya tipu muslihat sehingga saudaranya menyerahkan kendaraan tersebut.

6. Perjanjian restruktur yang menyatakan 2 bulan, pihak PT.Adira Berhak menarik kendaraan sepihak, hal ini sangat memberatkan debitur mengingat keadaan ekonomi, perjanjian restruktur ini bukan meringankan tetapi malah sangat memberatkan debitur terkait pelaksanaan restruktur.

7. Itikad baik debitur ingin membayar tunggakan beserta denda namun pihak PT. Adira menyatakan harus membayar 11 juta untuk batal tarik belum pokok angsuran dan denda ya, debitur tidak mampu membayar demikian karena nominalnya terlalu besar.

Dengan adanya kejadian seperti ini diduga adanya pidana penipuan dengan cara tipu daya muslihat yang dilakukan oleh pihak PT Adira melalui debt colector

“Kami meminta agar pihak PT Adira bisa memberi pertimbangan yang benar dan kami mengharapkan pihak berwajib tindak tegas debt collector yang mengambil paksa kendaraan tanpa adanya dokumen yang jelas,” harap Hakim.

(Erna erviana)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
50 %
Surprise
Surprise
50 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Fransiska Fonda Endy Dewan Pembina AWDI DPC Jakarta Utara

Jakarta, otoritas.co.id – Dewan pembina AWDI Jakarta Utara yang selalu aktif untuk mendukung kegiatan seluruh anggota AWDI, selama dibentuk DPC Jakarta Utara Rabu ( 15/2/2023) Fransiska Fonda Endy yang keseharian nya sebagai ibu rumah tangga disamping itu juga memiliki bisnis dalam bidang laundry koin dan ada beberapa cabang salah satu […]

You May Like

Subscribe US Now