Views: 1167
0 0

Skandal Setnov Membawa HP Ke Lapas Sukamiskin, Keteledoran Kemenkumham Yang Terulang

Andi Andi
Views: 1168
0 0
Read Time:2 Minute, 6 Second

Bandung, otoritas.co.id | Lapas Sukamiskin menarik perhatian lagi karena beredarnya suatu foto yang menjadi indikasi Setya Novanto membawa HP ke Lapas Sukamiskin. Setelah geger di pemberitaan nasional pada kisaran Juli 2018 karena investigasi media yang dilakukan Najwa Sihab. Dalam hasil investigasi Juli 2018 tersebut ditemukan fasilitas mewah yang seharusnya tidak diberikan ke narapidana. Lapas Sukamiskin memang dijadikan Lapas bagi narapidana kasus korupsi yang patut digarisbawahi narapidana korupsi bukan orang sembarang orang, namun orang-orang yang tadinya -atau bahkan sampai saat ini- memiliki koneksi kekuasaan dan harta kekayaan yang cukup banyak.

Menanggapi hal tersebut Ketua Bidang Hukum dan Perundang-Undangan DPP GMNI Aang Sirojul Munir berpendapat “Peristiwa ini merupakan hal yang sangat memalukan. Isu Lapas dan permasalahan dalam pengelolaannya merupakan isu lama yang tidak kunjung usai dibenahi oleh Kemenkumham, seperti lazim diketahui bahwa Lapas-Lapas berada dalam otoritas Kemenkumhan”. Aang menambahkan masalah-masalah di Lapas ini harusnya menjadi perhatian dari Kemenkumham apalagi dalam dua peristiwa besar di Lapas Sukamiskin yang pertama yaitu rilisan Najwa Sihab pada Juli 2018 lalu kemudian yang kedua peristiwa-peristiwa yang melibatkan Setya Novanto Menterinya masih sama yaitu Yasonna Laoly.

Menurut Aang “Yasonna Laoly memang Menkumham yang tidak pernah menyelesaikan masalah, hanya menunggu media reda melakukan pemberitaan lalu selesai begitu saja, peristiwa Setya Novanto juga nanti berkahir seperti itu juga saya rasa, saya perkirakan permasalahan Lapas ini akan terulang lagi pada masa Yasonna Laoly kalau dia tidak berbenah akan jadi keteledoran yang terus terulang yang dilakukan Kemenkumham karena sistem pengawasan Lapas yang dilakukan Kemenkumham lemah”.

Aang menyatakan juga manajemen Lapas ini harus jadi salah satu perhatian utama Kemnekumham juga karena selain Lapas ini berfungsi sebagai sarana penghukum namun juga merupakan lembaga untuk memasyarakatkan lagi pelaku tindak pidana agar nantinya setelah kembali ke masyarakat menjadi seorang manusia yang lebih baik. Setya Novanto membawa HP ke Lapas Sukamiskin menunjukan adanya indikasi koruptif di dalam Lapas, bagi Aang hal tersebut bukan merupakan kabar baik karena jika benar adanya praktik koruptif di dalam Lapas maka Narapidana yang telah selesai dihukum nantinya ssetelah kembali ke masyarka akan berpotensi melakukan tindakan koruptif lagi.

Terkait pernyataan Kalapas Sukamiskin yang menyatakan bahwa foto Satya Novanto itu diambil pada 2020 dan Setya Novanto sudah ditegur Aang berpendapat “adanya fakta demikian andai pun benar tidak menjadikan masalah selesai, lantas siapa yang membawakan HP tersebut untuk Setya Novanto, ada tidak pegawai Lapas yang terlibat, sudah di tindak atau belum orang-orang tersebut, lagian pernyataan Kalapas juga aneh masa kejadian 2020 baru jadi temuan baru-baru ini dan seolah dia tahu setelah foto tersebar” demikian Aang menutup pernyataannya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

39 Narapidana Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang Dapat Asimilasi Di Rumah

TANGERANG, otoritas.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Tangerang, menjadi salah satu cagar budaya di Kota Tangerang, melakukan implementasi Permenkumham No 24 Tahun 2021 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat bagi Narapidana dengan memberikan 39 Narapidana Asimilasi Di Rumah. Sabtu […]

You May Like

Subscribe US Now