Views: 625
0 0

Ratusan Fasos Fasum di DKI Jakarta Belum Serah Terima

Andi Andi
Views: 626
0 0
Read Time:1 Minute, 41 Second

Jakarta, otoritas.co.id – Fasilitas Sosial (Fasos) dan Fasilitas Umum (Fasum) yang berada di DKI Jakarta, hingga saat ini di tahun 2022 ratusan Fasos Fasum belum menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Ratusan Fasos Fasum yang seharusnya sudah diterima oleh Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) sering kali terganjal akibat proses pembuatan Sertifikat Fasos Fasum melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) belum bisa terselesaikan dengan cepat, hal ini disebabkan kurangnya berkas administrasi perusahaan yang akan diproses belum lengkap sehingga proses serah terima fasos fasum menjadi lama.

Menurut Sekretaris Komisi C DPRD DKI Jakarta Yusuf, dengan adanya Perda Nomor 7 Tahun 2012 tentang Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum dan Pergub Nomor 12 Tahun 2020 tentang Mekanisme Penyerahan Kewajiban dari Pemegang Izin dan Non-Izin, seharusnya BPAD wajib melaporkan serah terima aset sehingga pemerintah dapat mengetahui fasos fasum yang belum serah terima.

“Ratusan perusahaan di DKI Jakarta belum serah terima fasos fasumnya kepada Pemprov DKI, seharusnya walikota dan bupati segera bertindak tegas dan cepat karena sesuai dengan peraturan setidaknya mekanisme serah terima fasos fasum paling lambat tiga bulan pencatatan serah terima harus dilaporkan kepada BPAD,” terang Yusuf.

Hal senadapun disampaikan oleh Herlina selaku ketua umum Lintas Kajian dan Pemerhati Pembangunan Indonesia (LKPPI) mengatakan terkait laporan dari beberapa perusahaan ada beberapa kendala yang dihadapi salah satunya kendala pelaporan perusahaan kepada Pemprov bahwa proses pembuatan sertifikat fasos fasum dari BPN yang akan diserahkan kepada BPAD memakan waktu hingga 2 tahun baru selesai di buat sertifikatnya, hal ini disebabkan karena kurangnya berkas administrasi yang belum dapat diselesaikan sehingga waktu penyerahan menjadi lama.

“Berdasarkan hasil informasi yang kami peroleh dari beberapa perusahaan yang belum serah terima fasos fasum, kendala yang sering dihadapi diantaranya banyak berkas yang belum diselesaikan sehingga penyerahan sertifikat fasos fasum kepada BPAD menjadi lama, sedangkan berkas yang diproses oleh BPN bukan hanya satu tapi ratusan perusahaan masih belum diproses pembuatan sertifikatnya,” ungkap Herlina.

Saat ini, BPAD dan Suku Badan Pengelola Aset Kota Administrasi telah sedang melakukan penertiban agar perusahaan-perusahaan bisa memenuhi kewajiban tersebut.

(Andi)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
100 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Panglima Jilah Pastikan Pasukan Merah Suku Dayak Kawal Jokowi Satu Komando

Pontianak, otoritas.co.id – Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) menyatakan sikap berkomitmen untuk menjaga NKRI, Pancasila dan mengawal Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dengan satu komando. Hal itu disampaikan oleh Pangalangok Jilah atau Panglima Jilah TBBR, Agustinus dalam acara Bahaupm Bide Bahana Tariu Borneo Bangkule Rajakng atau temu akbar […]

Subscribe US Now