Raden Tedy : UMKM Butuh Sosok Eddy Ganefo

Andi Andi
Views: 42
0 0
Read Time:3 Minute, 17 Second

Jakarta, Otoritas (10/12/20) – Sosok Eddy Ganefo sebagai Ketum Kadin Paragdima Baru, masih sangat dibutuhkan dunia usaha terutama pelaku UMKM. Terbukti disaat saat masa pandemi covid 19, Eddy Ganefo mampu melakukan berbagai terobosan yang membuat pelaku UMKM sedikit bernapas lega. Hal tersebut diungkapkan Raden Tedy, Ketua Umum komunitas UMKM Naik daun. “Karenanya seluruh pelaku UMKM Naik Daun, mendukung penuh beliau menjabat Ketum priode kedua”, tandasnya. Dipaparkan Raden Tedy, Pandemi COVID-19 saat ini sangat berdampak kepada seluruh sektor usaha, berdasarkan survey dan kajian oleh komunitas UMKM Naik Kelas pada bulan mei 2020 yang dilakukan terhadap pelaku usaha mikro, kecil dan menengah ( UMKM ) bahwasanya 83 % pelaku UMKM berpotensi stop usahanya dikarenakan mengalami penurunan lebih dari 70 % dari penjualan masa normal.

Keluhan betapa besar dampak dari Pandemi COVID-19 terhadap UMKM Indonesia selalu disampaikan oleh para pelaku UMKM hampir dalam setiap kesempatan acara pertemuan, diskusi, workshop dan pelatihan, yang dilakukan secara online. Ujar Raden Tedy.

Seandainya pemerintah tidak segera bertindak dengan berbagai strategi dan kebijakan untuk menyelamatkan UMKM, maka potensi 99 juta pengangguran baru benar-benar akan terealisasi sumbangsih dari 83% UMKM yang berpotensi stop usahanya.

Tedy menilai berbagai strategi penyelamatan yang dilakukan pemerintah, belum begitu ampuh didalam perbaikan kondisi pelaku UMKM yang sangat terpukul, karena kondisi mereka yang sulit untuk membuka usaha didalam memenuhi kebutuhan dan mempertahankan usahanya.

Stimulus kredit perbankan, hanya dirasakan sebagian kecil pelaku UMKM, karena masih ada 70% pelaku UMKM yang belum tersentuh perbankan. Kebijakan Pajak ditanggung pemerintah untuk UMKM dengan omzet dibawah Rp 4,8 Milyar pertahun, sudah cukup baik dan membantu, namun lagi – lagi belum maksimal dalam penyelamatan UMKM.

Adapun, kebijakan permodalan untuk UMKM dari kredit perbankan, dimana pemerintah telah menempatkan dana sebesar Rp 30 triliun, untuk pengucuran kredit 100 triliun kepada pelaku UMKM, dimana realisasinya masih menunggu dari pihak perbankan.

Namun, sejak perbelakukan PSBB diganti dengan New Normal atau Tatanan Baru Beradaptasi, dimana dunia usaha dibuka kembali dengan mekanisme New Normal, setidaknya telah membangkitkan kembali gairah pelaku UMKM didalam menjalankan usahanya.

Gairah tersebut terlihat dari berbagai kesempatan pertemuan Online dengan pelaku UMKM, Tedy mengatakan bahwa dirinya merasakan aura yang berbeda dari sebelumnya, meskipun masih ada keluhan untuk kembali pada kinerja sebelum Pendemi COVID-19, masih cukup sulit, namun setidaknya mereka sudah bisa melakukan kegiatan usahanya.

Dengan dukungan penuh Ketum Eddy Ganefo, pertengahan Juli 2020, pihaknya kembali melakukan survey dan kajian atas kinerja pelaku UMKM di era New Normal, dimana hasil yang dapatkan adalah sebagai berikut :

Pelaku Usaha UMKM yang sebelumnya 83% penjualannya turun diatas 70%, saat ini hanya 43% yang masih dalam kondisi turun penjualan diatas 70%. Kemudian ada 15% pelaku usaha UMKM kembali pada kondisi Normal, bahkan penjualan meningkat. Kemudian ada 23% pelaku UMKM yang penjualannya masih turun dibawah 50%. Dan berikutnya, 18% UMKM penjualannya turun antara 50% sampai dengan 70%

Data diatas menunjukan adanya perbaikan dari kondisi saat berlakunya PSBB, walau masih 15% dengan kinerja usaha kembali normal. Kedepan dibutuhkan berbagai staretegi untuk menyelamatkan 43% pelaku UMKM dengan penurunan penjualan diatas 70%, selain pendekatan motivasi secara kontinu, dikarenakan keputusasaan yang berpotensi terjadi pada pelaku UMKM.

Dengan terpilihnya Eddy Ganefo memimpin Kadin priode kedua, diharapkan dapat memberi bantuan dalam promosi dan jaringan pasar, didalam penjualan produknya. Kompetensi pelaku UMKM yang selama ini masih menemui kendala dan masih sangat minim, juga menjadi faktor kendala didalam perbaikan kinerja era New Normal, meskipun telah berupaya melakukan evaluasi atas usahanya selama ini.

Adapun, guna lebih membantu pelaku usaha UMKM, Kadin dibawah pimpinan Eddy Ganefo, kelak tergerak mengajak pelaku usaha UMKM, untuk Bersatu dalam perjuangan penyelamatan UMKM. “Bersama pak Eddy, UMKM tidak hanya menunggu kebijakan apalagi dari pemerintah, namun melakukan berbagai upaya secara mandiri, dalam menyelamatkan diri sendiri, secara bersama-sama, saling membantu, saling menguatkan”, ujar Raden Tedy

Diakhir onbrolan, Raden Tedy ungkapkan, bersama Eddy Ganefo, Komunitas UMKM naik Kelas, akan terus semangat optimis, saling bantu, saling menguatkan satu sama lainnya. “Yakinlah, Tuhan tidak akan memberi kita cobaan yang tidak mampu kita jalani. Insha Allah kita semua menemui jalan keluar yang baik”, pungkasnya (Astrid Esthe)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Partai Golkar Kota Blitar Berikan Ucapan Selamat Bagi Paslon Pemenang Pilwali 2020

Blitar, Otoritas – Pelaksanaan pesta demokrasi pada Pilkada Serentak 2020 telah usai dilaksanakan pada Rabu, 9 Desember 2020 kemarin telah usai dimana pelaksanaan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kota Blitar menurut hasil hitung cepat telah dimenangkan oleh pasangan calon nomor urut 2 Santoso – Tjutjuk Sunario yang diusung koalisi PDI […]

Subscribe US Now

%d blogger menyukai ini: