Optimalisasi Peternakan Sebagai Produk Unggulan

Andi Andi
Views: 537
0 0
Read Time:1 Minute, 27 Second

Otoritas, Jakarta | Dewan Pengurus Kota (DPK) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jakarta Timur yang baru saja melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) di Sofyan Cut Meutia Hotel, Cikini, Jakarta Pusat pada Sabtu 27 Juli 2019 lalu memandang perlu melakukan optimalisasi peternakan sebagai produk unggulan. Hal itu disampaikan oleh Ketua DPK HKTI Jakarta Timur terpilih Bapak Amir Rahmat Akbar Pane, SH kepada awak media dalam wawancara khusus.


Wilayah Jakarta Timur tidak memiliki lahan untuk pertanian, oleh karenanya diperlukan inovasi sehingga keberadaan HKTI sebagai sebuah ormas benar – benar berguna dan bermanfaat bagi masyarakat.

Identifikasi wilayah kecamatan dan kelurahan berdasarkan karakteristik sosio-cultural akan segera dilakukan guna membuat pilot project sebagai aplikasi dari program yang dicanangkan yang tentu nanti akan ditumbuh kembangkan diwilayah kecamatan maupun kelurahan lain.

Dalam pantauan awak media dilokasi, sidang yang dipimpin oleh Bapak H. Muhammad Mulya, SH selaku Ketua OKK DPP HKTI Provinsi DKI Jakarta, dimana salah satu agendanya adalah memilih ketua baru berlangsung sangat alot mengingat ada beberapa perwakilan kecamatan yang memiliki kandidat hingga akhirnya sidang harus diskorsing agar masing – masing perwakilan kecamatan melakukan lobi. Kesepakatan akhirnya didapat dan 10 perwakilan Kecamatan tersebut secara aklamasi akhirnya memilih Bapak Amir Rahmat Akbar Pane, SH sebagai Ketua DPK HKTI Jakarta Timur.

Selain itu juga, dirumuskan berbagai program – program lain sebagai pijakan agar DPK HKTI Jakarta Timur dapat terus eksis ditengah – tengah masyarakat.

DPP HKTI DKI Jakarta akan terus melakukan Konsolidasi dan koordinasi hingga tingkat kecamatan dan kelurahan di 6 wilayah kota termasuk kepulauan seribu, tegas Bapak Ir. Budi Sumadiyo, MBA selaku Ketua DPP HKTI Provinsi DKI Jakarta.

HKTI dibentuk untuk mensejahterakan masyarakat khususnya petani dan nelayan dan tentu manfaat keberadaan HKTI harus kembali kepada masyarakat, tambah suami dari Ibu Susanti yang juga sebagai sekretaris Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) DPP HKTI Provinsi DKI Jakarta

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Wisata Budaya GENPPARI, Kunjungi Kampung Naga di Tasikmalaya

Otoritas, Jawa Barat | Tasikmalaya selama ini dikenal dengan ikon sebagai kota Santri, tukang kredit, dan lain – lain. Padahal didaamnya banyak juga nilai – nilai sejarah dan budaya yang dimiliki oleh Tasikmalaya. Salah satu kampung budaya yang ada di Tasikmalaya adalah Kampung Naga yang terletak di Desa Neglasari, kecamatan […]

Subscribe US Now

%d blogger menyukai ini: