LKSJ : Ampun Bang Jago, Yusmada Kadis SDA DKI Jakarta Rangkap Komisaris Jakpro

Andi Andi
Views: 279
0 0
Read Time:2 Minute, 3 Second

Jakarta, otoritas.co.id – Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Yusmada Faizal, adalah sosok orang hebat, luar biasa. Di era Gubernur Ahok hingga Anies, segudang jabatan yang diperoleh yusmada inginkan sangat mudah didapat., seperti menjabat Kepala Dinas PU BINA MARGA, PLT DINAS SDA, ASPEM, KOMISARIS JAKPRO, KADIS SDA. “Kalo beliau minta jadi SEKDA mungkin dikasih juga,” kata Amos.

Ketua Lembaga Kajian Strategi Jakarta (LKSJ) Amos Hutauruk, mengancungkan Jempol, geleng-geleng kepala sambil mengatakan “Ampun Bang Jago”. “Pejabat dijakarta tidak ada yang seperti Bapak ini. Segudang Jabatan yang basah, dengan banyak proyek pembangunan, pake duit APBD Triliunan, masa ia Bapak kaga disayang??,” ungkapnya.

Menurut LKSJ dalam temuannya dilapangan merumuskan, Yusmada Faizal mestinya sudah berada dibalik Jeruji.
Adanya temuan BPK Tahun 2016 jelas mengatakan, yusmada Faizal sudah dapat diperiksa KPK. Apalagi baru2 ini Yusmada baru saja dipanggil Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi KAJATI DKI, menindaklanjuti temuan BPK tersebut. Dan anak buahnya juga sudah disidang di Pengadilan Negri Jakarta Pusat, hingga masih meminta banding akan putusan hakim.

Dalam Hukum tindak pidana korupsi, sangat jelas mengatakan ;
(1) Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun …

LKSJ mengingatkan kepada Yusmada. Gaji serta TKD yang didapat setiap bulan, masuk rekening Bank DKI adalah uang pajak rakyat. “Masa Bapak tega terima Gaji menjabat sebagai Kepala Dinas SDA DKI dan Komisaris JAKPRO, doble dong bapak terima. Apa anda tidak mikir, masih banyak putra daerah yang lebih pintar dari anda, tidak bekerja. Belum lagi bapak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dengan anggaran dikantong bapak digit triliunan rupiah, yang pastinya kekuasan ditangan bapak. Sekali lagi saya katakan “Ampun Bang Jago”,” jelas Amos

Amos menambahkan terkait rangkap jabatan seharusnya hal tersebut tidak terjadi di DKI Jakarta. “Pantas Bapak masih senyam senyum saja, menikmati kasak kusuk penggiat anti korupsi yang lelah bersuara. Wong bapak punya segalanya, biarkan saja reak2 suara sumbang sambil menikmati kopi, cape dehh. “Kasus Korupsi Hilang”, iklan tv yang cukup membuat saya tertawa, karena yang lain hanya dapat menghilangkan gunung. Super sekali untuk direnungkan penegak hukum, masa ia kalah sama iklan tv, hehehe,” lanjut Amos

Amos mengingatkan ada pepatah mengatakan, bahwa Mendung belum tentu hujan, habis hujan terbitlah terang. Sepandai pandainya tupai berlari pasti jatuh juga. Jangan suka murung apalagi melawan hukum. Akui kesalahan yang ada Sebelum dijemput KPK. (Ltf)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
100 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

PISAH SAMBUT Dari Kompol Eko Setio Budi Wahono Ke Kompol Slamet Riyadi DI RUANG POLA KANTOR KECAMATAN CILINCING

  Jakarta Utara, otoritas.co.id – Kegiatan Pisah Sambut Kompol Eko Di Gantikan Oleh Kompol Slamet Riyadi,Pada hari Selasa tanggal 22 Juni 2021, Pukul 15.40 Wib telah berlangsung di ruang Pola Kantor Kecamatan Cilincing Jakarta Utara. Hadir dalam kegiatan Kapolsek Cilincing Kompol Slamet Riyadi SH, MH,Kompol Eko Setio Budi Wahono SH […]

Subscribe US Now

%d blogger menyukai ini: