Views: 1145
1 0

Komunitas dan Pengunjung Keluhkan Pelayanan dan Penataan Kawasan Kotatua Belum Maksimal

Andi Andi
Views: 1146
1 0
Read Time:1 Minute, 57 Second

Jakarta, otoritas.co.id – Aktifitas komunitas yang dilakukan di kawasan kotatua menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung kawasan kotatua, namun dibalik kegiatan yang positif tersebut, banyak keluhan yang sering didapati oleh pengunjung maupun komunitas yang aktif dalam melakukan kegiatannya, diantaranya adalah permasalahan pelayanan yang belum maksimal dan penataan masih belum jelas sehingga menjadi sebuah polemik yang harus segera dibenahi oleh Pemprov DKI Jakarta

“Untuk lokasi kegiatan komunitas sangat bagus, akan tetapi pelayanannya yang kurang maksimal diantaranya masih banyaknya pengamen yang tiap beberapa menit datang menghampiri pengunjung sehingga pengunjung merasa risih dan tidak nyaman, selain itu tempat parkir yang masih semrawut dan jauh dari lokasi,” Ujar Wagiman selaku komunitas yang aktif dalam melakukan kegiatan fotografi maupun travel di kotatua. Sabtu (17/12/2022)

Menurutnya, pelayanan yang belum maksimal bisa berdampak kurang baik sehingga pengunjung maupun komunitas yang datang di kawasan kotatua menjadi jera dan sungkan untuk datang kembali ke kotatua karena kurang nyamannya lokasi dan birokrasi yang terlalu rumit dalam memberikan ijin beraktifitas

“Kami sangat mengeluhkan keberadaan pengamen yang tiap waktu tiap menit menghampiri, apalagi pedagang yang dipinggir pendestrian di Bank Indonesia yang jumlahnya ratusan masih membuang sampah maupun air di pinggir pendestrian jalan sehingga menjadi kumuh dan masalah parkir kami harapkan gedung-gedung dekat dengan tujuan wisata dapat dimanfaatkan sebagai lahan parkir agar tidak jauh bagi pengunjung berjalan kaki ke tujuan wisata,” harap Wagiman.

Sementara itu, Basir selaku komunitas Share Travellers yang biasanya membawa pengunjung lokal maupun mancanegara untuk melihat tempat-tempat yang bersejarah membandingkan kenyamanan tempat wisata di kotatua sangat jauh berbeda dengan kenyamanan di luar negeri, diantarnya masalah HTM museum di Kotatua yang tidak jelas dan tidak merata dibandingkan dengan tempat wisata di luar negeri.

“Banyak wisatawan mancanegara yang kami bawa ke museum ataupun tempat lainnya di kotatua menjadi bingung masalah HTM yang berbeda-beda apalagi seringkali adanya calo yang memaksa dan mengharuskan pengunjung untuk masuk kedalam museum ataupun tempat lainnya dengan HTM yang berbeda antara dewasa maupun anak-anak tanpa adanya pemberian informasi yang jelas,” keluh Basir.

Selain HTM museum, Basir juga mengatakan bahwa transportasi yang menuju ke kawasan kotatua sangat lama akibat rekayasa lalulintas yang tidak jelas dan semrawut.

“Pengunjung yang kami bawa baik lokal maupun mancanegara sangat mengeluhkan juga masalah transportasi yang lama untuk menuju ke kotatua, terlalu semrawut dan muter-muter, apalagi parkirnya terlalu jauh untuk menuju ke museum,” terangnya.
(Pokjawar Kotu)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Lurah Tambora Kukuhkan Lima Ketua RW Masa Bhakti 2022-2027

JAKARTA BARAT, OTORITAS.CO.ID – Kelurahan Tambora  Kecamatan Tambora  Jakarta Barat  mengukuhkan lima Ketua Rukun Warga (RW) untuk masa bakti periode 2022-2027. Kegiatan yang berlangsung di kantor kelurahan setempat, dihadiri Plt Camat Tambora Agus Sulaeman Lurah Tambora  Achmad Bayhaki beserta jajarannya. Lurah Tambora Achmad Bayhaki  menjelaskan, pengukuhan tersebut sebagai salah satu […]

You May Like

Subscribe US Now