Views: 509
0 0

IWPG Jalin Kerja Sama dengan Jaringan LSM NTB

Redaksi Otoritas
Views: 510
0 0
Read Time:4 Minute, 3 Second

MATARAM, OTORITAS.CO.ID –  International Women’s Peace Group (IWPG) Indonesia berkomitmen menjalin kerja sama yang baik dengan Jaringan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Provinsi Nusa Tengara Barat (NTB) guna mencapai perdamaian dunia. Oleh karena itu, IWPG mengadakan acara “Sosialisasi IWPG dan Konsolidasi Jaringan dalam Rangka Kampanye Gerakan Perdamaian FingerPeace” di Kota Mataram pada hari Rabu, 22 Februari 2023 yang lalu, bersama dengan 40 orang aktivis LSM NTB di Kampus UIN Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Meskipun konsentrasi atau fokus setiap LSM berbeda-beda, namun intinya adalah bagaimana menghilangkan konflik mulai dari hal-hal terkecil, sehingga perdamaian dunia bisa dicapai,” kata Branch Manager IWPG Indonesia, Ana Milana pada pertemuan tersebut.

Pertemuan yang dimotori oleh LSM Solidaritas Perempuan NTB itu dirasakan sebagai reuni para aktivis NTB yang selama ini sudah menjalin kerja sama yang baik. Pada kesempatan itu, setidaknya hadir aktivis dari 25 LSM yang aktif di Provinsi NTB. Mereka datang dari berbagai daerah, selain dari Mataram, ada juga yang secara khusus datang dari Ketapang, Lombok Barat, Lombok Timur dan sebagainya.

Di hadapan para aktivis, Ana Milana menjelaskan IWPG adalah organisasi nirlaba yang terdaftar di Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga di Republik Korea, terdaftar di United Nations Department of Global Communications (UN DGC), dan juga telah memperoleh ‘Special Consultative Status’ dari Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (ECOSOC).

IWPG berkantor pusat di Seoul, Korea, dan memiliki 102 cabang di 130 negara, termasuk Korea Selatan, dan 400 organisasi yang bekerja sama (MOA) di seluruh dunia. Perempuan yang ingin bekerja untuk perdamaian lintas negara, agama, dan etnis dapat menjadi anggota IWPG.

IWPG berfokus pada perempuan dan anak untuk perdamaian. “Perempuan adalah jantung keluarga dan juga jantung sebuah komunitas. Seorang perempuan, baik sebagai ibu, anak, maupun istri, memiliki peran yang begitu penting. Ketika peperangan terjadi, korban yang paling berat adalah perempuan karena harus merelakan suami, anak, saudara-saudara untuk pergi berperang,” katanya.

Yang paling penting, perempuan adalah seorang yang memiliki hati yang lembut. “Untuk hal sekecil apa pun, hatinya sangat lembut, sehingga dialah orang yang paling menderita ketika ada di antara anggota keluarganya yang tersakiti. Perempuan yang paling sedih dan marah,” katanya.

Karena itu, perempuan butuh kenyamanan dan kedamaian, supaya hatinya tidak tersakiti. “Semua perempuan berhak memperoleh perdamaian karena perannya yang sangat penting dalam keluarga, yakni sebagai panutan, sebagai orangtua, sebagai pengajar bagi anak-anaknya, dan banyak peran lain,” kata Ana.

Pada kesempatan itu, Ana Milana mengajak segenap aktivis untuk mengikuti Pendidikan Pengajar Perdamaian yang diselenggarakan oleh IWPG, yakni Peace Lecturer Training Education (PLTE). “Kami mengajak ibu-ibu untuk ikut kelas PLTE. Metodenya seperti home schooling.

Materi pelajaran disampaikan melalui video, tujuannya agar kita semua memiliki pendapat yang sama dulu, dan bahasa yang sama tentang apa itu perdamaian,” ungkap Ana.

Pendidikan itu diselenggarakan secara gratis dan sukarela, tetapi harus memegang komitmen waktu dan menyelesaikannya sampai selesai, agar bisa bersama-sama memahami pemikiran yang sama, tentang arti perdamaian. “Banyak orang berkata damai damai damai tetapi artinya berbeda-beda. Setelah satu pengertian, akan dibentuk satu komite,” katanya.

Perdamaian mudah diraih jika sudah ada kesatuan konsep, proyek yang sama, diselesaikan sama-sama untuk segera direalisasikan. Dengan perdamaian, banyak hal yang ingin dicapai di dunia, yaitu kesejahteraan semua orang.

“Ketika kita bekerja bersama, bergandengan bersama, impian akan terasa indah. Namun, keindahan itu jangan hanya terasa ketika tidur. Ketika bangun maunya indah juga. Dalam hidup nyata indah dikerjakan dan dilakukan supaya mimpi jadi kenyataan. Perdamaian adalah warisan yang diberikan kepada anak-anak generasi mendatang. Dunia yang damai, kesejahteraan dan kedamaian. Hal yang paling dasar yang ingin dimiliki oleh manusia adalah rasa nyaman, damai, kesejahteraan dalam hidup mereka. Ini budaya yang ingin kita bagikan di sini,” katanya.

Seperti diketahui, IWPG mengadakan program pelatihan untuk para pendidik, ‘Pelatihan Pengajar Perdamaian’ untuk membuat miliaran perempuan bersatu dalam perdamaian dan untuk semua perempuan di seluruh dunia untuk belajar dan mempraktikkan semangat perdamaian.

Pembelajaran bisa dilakukan fleksibel untuk peserta pelatihan dua kali seminggu, selama lima minggu. Disiapkan 10 kurikulum pelatihan, tugas dan pengumpulan tugas. Metodenya dilakukan secara home-schooling dengan menonton pembelajaran dalam bentuk video dalam dalam Youtube yang mudah diakses.

Untuk membahas setiap modul pelajaran, lalu digelar pertemuan secara daring bersama peserta-peserta lain. Di sana dibahas, apa yang saya dapat, saya rasakan, dan saya pikirkan ketika melihat video pembelajaran tersebut. Dalam diskusi tersebut, akan banyak hal baru yang dipelajari di luar video yang dilihat.

Jumlah murid dibatasi lima orang dalam satu kelas. Diskusi sebatas satu jam karena kesibukan setiap peserta kelas. Satu instruktur memandu murid untuk berbicara masing-masing 10 menit, untuk menyampaikan pendapat mereka setelah menyaksikan video tersebut, dan ditutup dengan menyimpulkan bersama-sama.

Penugasan/ PR juga diberikan agar dapat dilihat seberapa baik materi itu bisa diterima oleh peserta. Setelah lulus dan menyelesaikan semua tugas yang diberikan, peserta akan mendapatkan sertifikat dan fasilitas untuk pengajar. Diharapkan, para lulusan setidaknya bisa mengajarkan perdamaian minimal untuk keluarga sendiri. “Sumber perdamaian dimulai dari diri sendiri. Berkembang jadi budaya, kita bagikan kepada orang sekitar kita,” demikian penjelasan Ana.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

DPW Brinus Jateng Akan Gelar Gebyar Ekonomi Kreatif Seni Budaya dan Pariwisata 2023

OTORITAS.CO.ID – DPW BRINUS JATENG (Brigade Nusantara) akan mengadakan Kegiatan pada tgl 18-19 Maret 2023 Menggelar Agenda ” Gebyar Ekonomi Kreatif Seni Budaya dan Pariwisata 2023 ” yang akan dilaksanakan di Wisata Watu Gajah Park di Ungaran Kabupaten Semarang . Acara tersebut meliputi pameran UMKM, Lomba mewarnai untuk anak TK, […]

You May Like

Subscribe US Now