Views: 121
0 0

Irvan Rahardjo: Tantangan Serius Industri Asuransi Indonesia dan Rendahnya Kepercayaan Konsumen

Redaksi Otoritas
Views: 122
0 0
Read Time:1 Minute, 28 Second

Jakarta, otoritas.co.id – Pengamat asuransi Irvan Rahardjo mengatakan industri asuransi Indonesia saat ini menghadapi tantangan serius yakni rendahnya kepercayaan masyarakat.

Hal itu ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah pengaduan terkait asuransi dalam lima tahun terakhir.

“Pengaduan asuransi itu meningkat sebanyak 57 kali lipat dalam lima tahun terakhir dari hanya 22 pengaduan terkait asuransi menjadi 1.608 di tahun 2023 dan ditambah pada tahun 2024 sebanyak 260 pengaduan. Itu menandakan betapa kita menghadapi masalah yang sangat serius dalam menjaga kepercayaan masyarakat,” ujar Irvan di Jakarta.

Irvan mengungkapkan industri asuransi Indonesia memiliki terlalu banyak pemain. Hal itu membuat persaingan menjadi tidak sehat dan berdampak pada kualitas produk dan layanan asuransi.

“Industri asuransi Indonesia juga memiliki kapasitas yang terbatas dalam menanggung risiko. Sebagian besar risiko masih berada di pihak reasuransi,” kata Irvan.

Selain itu, Irvan juga menyoroti rendahnya inklusi asuransi di Indonesia. Menurut data OJK, inklusi asuransi di Indonesia baru mencapai 16,6 persen, sedangkan literasi asuransinya mencapai 31,7 persen. Hal tersebut mengindikasikan bahwa masyarakat Indonesia sudah memiliki pengetahuan yang cukup tentang asuransi, namun tidak tertarik untuk membelinya.

Irvan menduga hal ini disebabkan oleh pengalaman buruk masyarakat dalam berasuransi. Banyak kasus penolakan klaim, gagal bayar, dan ketidaksesuaian produk dengan yang dijanjikan.

“Masyarakat lebih percaya menyimpan dananya di perbankan dibandingkan dengan menyimpan di produk-produk asuransi,” kata Irvan.

Irvan menilai peta jalan perasuransian yang disusun oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum memberikan solusi yang konkret terhadap tantangan-tantangan tersebut.

“Peta jalan ini belum memberikan arah yang lebih konkrit tentang restorative justice, yaitu tentang penggantian kerugian nasabah yang menjadi amanat UU 4/2023,” ujar Irvan.

Irvan menyarankan agar OJK melakukan reformasi perasuransian untuk memperbaiki kepercayaan masyarakat. Selain itu ia menambahkan OJK juga perlu memberikan solusi yang konkret terhadap berbagai kasus gagal bayar yang menjadi pusat hilangnya kepercayaan masyarakat.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Jakarta it’s so MICE, Jakarta berpartisipasi dalam Pameran Incentives Travel, Meeting and Exhibitons (IMEX) Frankfurt 2024

    Frankfurt | Jerman, otoritas.co.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta kembali mengikuti pameran Incentives Travel, Meeting and Exhibitons (IMEX) Frankfurt 2024, 14-16 Mei 2024 di Hall A Messe Frankfurt, Frankfurt, Jerman. IMEX Frankfurt merupakan salah satu pameran industri MICE […]

You May Like

Subscribe US Now