Views: 1451
0 0

FPPJ : Terkait Kasus Lahan DP 0 Rupiah, Ada Komando untuk Bully Anies

Andi Andi
Views: 1452
0 0
Read Time:2 Minute, 12 Second

Jakarta, otoritas –  Kelompok pembenci Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan atau buzzer memang selalu mencari celah untuk membully orang nomor satu di DKI tersebut. Salah satunya lewat dugaan korupsi pengadaan lahan Rumah DP 0 Rupiah oleh Perumda Pembangunan Sarana Jaya.

Padahal Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria alias Ariza sudah memastikan bahwa Anies Baswedan tidak terlibat dalam teknis pengadaan lahan itu.

Menurut Ariza, Gubernur dan Wakil Gubernur hanya membuat kebijakan secara umum. “Tak mungkin lah gubernur dan wakil gubernur mengurusi yang teknis, (membuat) kebijakan besar saja sudah menyita waktu, apalagi masuk wilayah teknis,” kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu malam (10/3).

Bukan cuma itu, KPK juga sudah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus ini, yakni Direktur Perumda Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles serta dua pihak swasta, Anja Runtuwene dan Tommy Ardian.

Keempat tersangka itu disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara itu, Ketua Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ), Endriansah menegaskan, kasus lahan di Munjul, Cipayung, Jakarta Timur tidak ada kaitannya dengan Anies Baswedan.

“Kan sudah jelas kalau Sarana Jaya bermasalah beli lahan. Itu yang bully akunnya nggak jelas alias buzzer,” kata Endriansah kepada wartawan, Kamis (11/3).

“Mereka bergerak membully Anies karena ada yang memberikan komando,” sambungnya.

Endriansah mensinyalir serangan buzzer sengaja dilakukan untuk mengaburkan isu pimpinan DPRD DKI yang mengatur penganggaran pembelian lahan Rumah DP 0 Rupiah daan menduga ada mafia tanah yang ikut bermain di Kebon Sirih.

Ia melanjutkan, pertama kali kaum nyinyir membuat isu kalau program DP 0 Rupiah Anies jangan dilanjutkan. Sementara saat ini beda lagi isu yang mereka kembangkan

“Kan sudah jelas yang bermasalah itu pembelian lahannya dan saat ini sudah ditangani KPK. Kalau program Rumah DP 0 Rupiah kan tidak ada masalah dan harus dilanjutkan, karena warga DKI membutuhkan rumah,” kata Endriansah.

Dugaan untuk menjegal progam unggulan Anies.

“Penjualan saham bir oleh Anies saja ditahan pimpinan DPRD. Kini program DP 0 Rupiah kembali dicampuri pimpinan DPRD,” kata Endriansah.

FPPJ berharap buzzer tidak asal menerima order untuk menyerang Gubermur DKI.

“Karena oknum DPRD yang bermain dengan mafia tanah pasti akan terkuak. Kan jelas itu para tersangka adalah pemain tanah di Cengkareng saat era Ahok,” kata Endriansah.

Selain itu, Endriansah menambahkan, kasus Perumda Pembangunan Sarana Jaya bisa menjadi momen Anies melakukan cuci gudang atau bersih-bersih elit BUMD dari orang-orang Ahok.

“Saya rasa orang pintar banyak di Jakarta tapi kalau orang setia kan susah. Nah, Anies harus mampu mencari orang setia ketimbang pengkhianat,” tutup Endriansah. []

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

BARABAJA berikan Sumbangan pada Korban Kebakaran Kebon Kosong Kemayoran Jakarta Pusat

Jakarta Pusat, Otoritas – Barabaja memberikan bantuan pada korban kebakaran di wilayah RT. 05 RW. 08 Kelurahan Kebon Kosong Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat, terjadi kebakaran pada hari rabu (10/03) sekitar Jam 4 sore diduga akibat konsleting listrik dampak kebakaran kerugian material tempat tinggal bagi warga ,korban kebakaran berjumlah 35 KK […]

You May Like

Subscribe US Now