Founder Gerakan Turun Tangan : Rekan Indonesia Adalah Gerakan Sosial Berpondasi Kerelawanan

Andi Andi
Views: 31
0 0
Read Time:3 Minute, 5 Second

Jakarta, otoritas.co.id – Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia adalah sebuah organisasi relawan yang bergerak menghimpun relawan untuk memperjuangkan hak kesehatan rakyat. Dalam gerakannya Rekan Indonesia bukan hanya sebatas mendampingi warga yang kesulitan mengakses hak pelayanan kesehatan tapi juga memberikan kesadaran kepada warga tentang bagaimana sebuah masalah di kesehatan dapat diselesaikan dengan bersama-sama.

Kehadiran Rekan Indonesia tentunya telah banyak memberikan inspirasi dan pengalaman, dedikasi yang teruji, serta konsistensi yang bernyali. Rekan Indonesia dengan gerakan kerelawanannya telah berhasil menerap nilai-nilai kerelawanan yang bekerja tanpa pamrih dan semata-mata karena kepedulian terhadap kemanusiaan.

Hal tersebut diungkapkan oleh M. Chozin Amirullah, Founder Gerakan Turun Tangan pada saat memberikan materi tentang gerakan kerelawanan pada rapat kerja Rekan Indonesia (28/3) di Bogor, Jawa Barat.

“Apa yang dilakukan oleh Rekan Indonesia ini adalah sebuah gerakan sosial yang tidak banyak orang melakukannya. Keberhasilan Rekan Indonesia menghimpun relawan secara nasional adalah bukti jika Rekan Indonesia adalah sebuah gerakan.” ungkap Chozin, yang juga staff khusus gubernur DKI Jakarta.

Chozin juga menyampaikan, Pendiri bangsa ini yang berjuang untuk kemerdekaan sejatinya adalah sebuah gerakan kerelawanan, mereka adalah relawan yang memperjuangkan kemerdekaan tanpa berpikir mendapatkan sesuatu untuk dirinya, baik jabatan maupun kekayaan.

“Pendiri bangsa ini dalam melakukan perjuangan kemerdekaan tidak pernah berpikir untuk mendapatkan sesuatu bagi dirinya, yang mereka pikirkan adalah bagaimana bangsa ini bisa berdaulat. ” jelasnya kepada peserta raker yang begitu fokus mendengarkan paparan.

Chozin menambahkan, para pendiri bangsa itu jika memikirkan kepentingan pribadi maka akan memilih berada dibawah naungan kolonialisme Belanda. Segala fasilitas dan sarana yang dibangun oleh kolonial saat itu sudah tersedia mulai dari pelabuhan, rel kereta api, jalan raya, bandara udara, gedung-gedung perkantoran, sekolah, dan lain lain. Namun, sambung Chozin yang dipikirkan oleh para pendiri bangsa kita adalah tentang Hak Berdaulat.

“Maka mereka rela mengorbankan kepentingan pribadi mereka demi kedaulatan bangsa, tanpa bayaran, tanpa mengharapkan posisi dan jabatan, mereka berkorban waktu, tenaga, pikiran, dan nyawa” tambah Chozin.

Demikian pula yang dilakukan oleh Rekan Indonesia, para relawannya tanpa pamrih berjuang untuk memastikan hak rakyat terhadap pelayanan dan jaminan kesehatan terpastikan.

“para relawan Rekan Indonesia bergerak dengan biaya sendiri, tanpa memikirkan akan mendapatkan apa, jam berapa pun ketika dihubungi warga langsung bergerak, sampai pagi dini hari setia mendampingi warga di RS dan baru pulang setelah warga terpastikan haknya di RS” sambung Chozin.

Rekan Indonesia menurut Chozin, bukan hanya berhadapan dengan reguasi-regulasi yang masih belum sepenuhnya berpihak pada rakyat dalam hak kesehatan rakyat, tapi juga berhadapan dengan kaum pemodal industri jasa kesehatan terutama di RS Swasta yang tidak dapat tembus oleh kemampuan rakyat, dan Rekan Indonesia mengisi ruang yang tidak dapat ditembus tersebut untuk membela hak rakyat dalam persoalan-persoalan kesehatan.

Dalam pemaparannya, Chozin juga mengapresiasi cara Rekan Indonesia dalam melakukan rekuitmen dimana banyak anggota Rekan Indonesia adalah mantan pasien dan keluarga pasien yang telah dibantu oleh Rekan Indonesia.

“Ini adalah modal sosial yang sangat mahal dan membuat Rekan Indonesia solid, karena gerakan yang dilakukan oleh Rekan Indonesia mampu dirasakan manfaatnya oleh warga sehingga mereka tergerak untuk bergabung dengan Rekan Indonesia serta mengajak keluarga, teman dan tetangganya untuk juga bersama-sama bergabung dengan Rekan Indonesia” ungkapnya.

Terkait, rekuitmen yang dalam pemaparan disebut sebagai follower (pengikut). Chozin memutar film pendek yang mempertunjukan satu orang berjoget dengan gerakan acak, tidak berapa lama kemudian lalu dikuti oleh orang kedua, sampai akhirnya diikuti oleh banyak orang.

Film pendek tersebut menggambarkan tentang bagaimana sebuah konsistensi dalam melakukan gerakan dapat berakhir dengan banyaknya pengikut, dan komponen terpenting dalam rekuitmen tersebut adalah follower awal (pengikut pertama), karena tanpa pengikut pertama tidak akan ada pengikut lainya.

Terakhir dalam paparannya Chozin berharap Rekan Indonesia selalu dapat menginovasi dirinya terutama dalam memanfaatkan tekhnologi Informatika melalui medsos. Dengan memanfaatkan medsos pesan-pesan perjuangan Rekan Indonesia dapat tersampaikan dan dilihat secara luas oleh masyarakat.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Marullah Matali Calon Ketua PWNU DKI, Ini Faktanya

JAKARTA, otoritas.co.id  | Marullah Matali sosok yang tidak asing lagi bagi warga DKI Jakarta. Pria yang lahir dan besar dilingkungan Betawi ini menjadi aset asli putra daerah. Melatar belakangi sosok pria yang kini menjabat sebagai Sekda DKI Jakarta, Marullah berusaha maksimal utk merangkul dan menyelaraskan semua elemen dan unsur yang […]

Subscribe US Now

%d blogger menyukai ini: