Views: 651
0 0

Asbest : Mengangkat Kain Endek Bali Dalam Menjaga Stabilitas Ekonomi Menjelang Pemilu 2024

Redaksi Otoritas
Views: 652
0 0
Read Time:1 Minute, 56 Second

Denpasar, otoritas.co.id – Pulau dewata Bali sebagai destinasi wisata berpotensi menjadi pusat industri fashion. Berbagai kegiatan fashion pernah digelar di Bali, baik berkelas nasional maupun dunia. Terlebih Bali memiliki kain yang khas dan ikonik, seperti endek dan tenun Bali khas Sidemen maupun tenun Tenganan pmPagringsingan

Ni Wayan Ria Mariani atau yang akrab disapa Rhea Cempaka salah satu desainer Denpasar yang memiliki hoby membuat pakaian kebaya yang juga sebagai Ketua Asosiasi Bordir Endek dan Songket (ASBEST) Kota Denpasar. Saat ini telah mampu membranding diri mengangkat Endek sebagai tenun ikat Bali yang mampu merambah hingga Internasional.

Owner dari Rhea Cempaka butik ini menyampaikan, sebagai seorang desainer tidak terlepas dari ruang yang terus diberikan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Denpasar, hingga binaan dari Pemerintah Provinsi Bali dan juga BUMN yang ada. Berangkat dari sini, dan terus mengasah diri dalam kegiatan kreatif mencoba mengangkat Endek sebagai pakaian jadi.

“Kain Endek hanya dikenal kalangan tertentu saja, sehingga melihat peluang ini. Saya mencoba menjadikan kain Endek sebagai bahan dasar pakaian formal, casual, dan bebas,” kata Ketua Asosiasi Bordir Endek dan Songket (ASBEST) Kota Denpasar. Saat ditemui Selasa, 14 Nopember 2023.

Binaan yang terus diberikan pemerintah dan Dekranasda yang terus mendorong para perajin menciptakan pakaian jadi berbahan Endek yang dapat dipergunakan seluruh kalangan.

“Gelaran fashion di Kota Denpasar, langkah ini terus digalakan, dan kami sebagai desainer menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk menjadikan ciri khas kami dalam mengangkat Endek itu sendiri. Peluang dan kesempatan terus diberikan hingga mengangkat Endek Denpasar membawanya di tingkat Nasional dan Internasional,” paparnya.

Kain tenun Bali ini memiliki tingkat bahan yang perlu dipelajari karena memiliki tekstur berbeda dari kain yang ada. Terlebih saat ini tantangan kain tenun yang sudah mulai dijiplak, namun tenun Endek tetap memiliki pesona tersendiri.

“Kita menyadari saat ini Endek bisa diserasikan yang tetap melihat motif dari Endek yang juga dapat digunakan disegala usia,” ujarnya.

Pada saat ini, yang masih menjadi tantangan tersendiri bagi kita sebagai perajin untuk tetap dapat eksis. Seperti salah satu kendalanya adalah masalah pemasaran, sehingga dengan adanya berbagai perlombaan memancing kreativitas perajin Denpasar bersama ASBEST yang sangat didukung Pemkot Denpasar serta Dekranasda. Seperti lomba busana adat, sekolah, pakaian kantor, hingga pakaian santai. Kendati nilai mata uang rupiah mengalami fluktuasi terhadap dollar, namun hal tersebut tidak terlalu berdampak significant, karena bahan baku yang digunakan merupakan bahan baku lokal, sehingga tidak terlalu berpengaruh, imbuhnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Drs. KH. Jejen Jaelani, S.Pd, M.Pd : Demi Syiar Agama Islam Merencanakan Pembangunan PonPes Nurul Amal Al Islami II dan Pembangunan Ekonomi Umat Berbasis Pesantren Di Desa Cinangka, Ciampea Kab.Bogor

Bogor, otoritas.co.id – Ketua Yayasan Nurul Amal Al Islami Drs KH. Jejen Jaelani, S.Pd, M.Pd di tempat kediamannya di Pondok Pesantren Nurul Amal Al Islami desa Bojong Gede tepatnya Perum Griya Waringin Elok B 25, Waringin jaya Kec Bojong Gede Kab. Bogor berkesempatan di wawancarai oleh awak media dalam rangka […]

You May Like

Subscribe US Now