Acara Perpisahaan SD di Kab.Sukabumi Diduga Berpotensi Pungli

Andi Andi
Views: 52
0 0
Read Time:2 Minute, 47 Second

Sukabumi, otoritas.co.id – Acara perpisahan Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Sukabumi diduga berpotensi adanya Pungutan Liar (Pungli) dari sekolah. Hal ini dikarenakan pihak sekolah melakukan pungutan kepada siswa sebagai biaya kegiatan pelepasan dan persiapan perpisahan itu sebesar Rp.200.000,-

Bahkan, pungutan itu menjadi keharusan bagi siswa yang akan mengikuti perpisahan. Salah satunya terjadi di SD Negeri paledang yang mana Siswa diminta untuk membayar sebagai biaya rekreasi. Dengan dalih pihak sekolah hanya memfasilitasi bukan mengkoordinasi. Namun dengan demikian sama halnya terjadi pungli di sekolah tersebut.

“iuran piknik tersebut hasil rapat wali murid dengan ketua komite, pihak sekolah hanya fasilitator saja. Kegiatanya dalam rangka pelepasan dan perpisahan agar tetlihat tidak monoton, biasanya hanya di lakukan di lingkungan sekolah,karena banyak siswa yang menginginkan hal tersebut, pihak sekolah hanya memfasilitasi dan bukan mengkoordinasi,” ujar kepala Sekolah Ade Hilman ketika di konfirmasi melalui via WhatsApp.

Dengan adanya pengakuan tersebut jelas di duga adanya pungli dengan kedok gaya memfasilitasi dalam artian sama halnya melegalkan adanya pungli.

dalam UU No 20/2003, pemerintah dan pemerintah daerah telah menjamin terselenggaranya pendidikan dasar tanpa dipungut biaya dan telah dianggarkan minimal 20% APBN serta APBD yang disalurkan melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS) namun masih ada pungli tersebut.

Wali murid mengatakan kepada awak media pungutan atau sumbangan tersebut sudah dirapatkan pihak sekolah melalui komite sekolah kata wali murid yang anak nya disekolahkan di SD tersebut. Tapi sumbangan di Patokan dengan uang sebesar RP. 200.000/ siswa bukan nya dengan sukarela atau seikhlas nya sebut wali murid kembali.

Padahal sudah jelas didalam peraturan Medikbud No. 75 Tahun 2016 tentang komite sekolah, pada pasal 10 ayat(2) pengggalangan dana dan sumber daya pendidikan berbentuk bantuan atau sumbangan bukan pungutan.

Jadi bantuan atau sumbangan yang digalang komite sekolah untuk mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan di sekolah dengan Azas gotong royong sesuai fungsi komite sekolah dan memberikan dukungan tenaga, sarana dan prasarana serta pengawasan pendidikan. Bantuan pendidikan dimaksud dalam peraturan Mendikbud No. 75/2016 adalah pemberian berupa uang, barang atau jasa oleh pemangku.

Kepentingan satuan pendidikan diluar peserta didik atau orang tua/walinya, dengan syarat disepakati para pihak. Ada beberapa bentuk pungutan disekolah baik pungutan resmi maupun pungutan liar. Pungutan resmi adalah dasar Hukum dan tidak melanggar peraturan yang ada. Sementara pungutan liar adalah pungutan yang tidak memiliki dasar hukum.

Dari dua pengertian diatas, secara jelas dibedakan pungutan bersifat wajib dan mengikat. Sementara sumbangan sukarela dan tidak mengikat. Demikian pula pungutan diperbolehkan asal memenuhi ketentuan pada pasal 8 dan larangan dilakukan pungutan jika tidak sesuai pada pasal 11 pada Permendikbud No 44 tahun 2012.

Bukan hanya itu saja ada juga pungli yang terjadi di Sd tetsebut salah satu nya yang lagi marak terkait pelaporan beberapa Organisasi Masyarakat (Ormas) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi atas dugaan pungli terkait penjualan sampul raport di satuan Pendidikan tingkat SD.

Demi mendapatkan keterangan dari pihak terlapor, awak media mendatangi beberapa K3S dan Kepala Sekolah (Kepsek) untuk konfirmasi terkait pelaporan tersebut.

Awak media mendatangi beberapa wali murid Sd paledang untuk konfirmasi .
”Saya mempunyai anak 2 yang sekolah di Sd paledang dan saya harus membayar sampul rapot ke dua nya dengan harga 50 rb jadi 2 100 rb, padahal anak saya bukan kelas satu,”ujar wali murid

“Di situ jelas adanya dugaan pungli terkait penjualan sampul raport dari kelas satu sampai kelas enam. Dan jelas juga telah menyalahi aturan yang ada,” pungkas nya.

(Oban Sobandi)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Napak Tilas Mayor Jenderal TNI (Purn.) Prof. DR. Moestopo

KEDIRI, OTORITAS.CO.ID – Tidak banyak orang yang berkesempatan mengabdikan diri bagi negara dalam berbagai bidang sekaligus. Namun, hal itu berhasil dilakukan oleh sosok Mayor Jenderal TNI (Purn.) Prof. DR. Moestopo. Untuk itu, Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Prof. Dr. H. Paiman Raharjo, M.M., M.Si. pun melakukan napak tilas ke […]

Subscribe US Now

%d blogger menyukai ini: