Views: 2159
0 0

87 Tahun Harlah Ansor

Andi Andi
Views: 2160
0 0
Read Time:1 Minute, 57 Second

Jakarta, otoritas.co.id – “Transformasi Ansor Banser” merupakan tema dengan sub tema “Transformasi Media Juang Pagar Baja Gerakan Kita” dari Peringatan Harlah Ansor ke 87 tahun (24 April 1934 – 24 April 2021). 87 tahun bukanlah usia muda dan jika di hitung dalam era generasi (1 generasi 25 tahun) Ansor telah memasuki era generasi ke empat dimana untuk ukuran sebuah organisasi saat ini merupakan era usia matang. Meskipun masuk dalam era generasi ke empat, namun sesungguhnya enam era telah di lalui Ansor mulai era penjajahan, kemerdekaan, revolusi, orde lama, orde baru dan kini masuk dalam era reformasi dan dengan segala dinamika yang terjadi Ansor senantiasa menunjukkan eksistensi perjuangannya untuk ummat (baca : masyarakat), agama, bangsa dan negara baik dalam skala lokal kedaerah, nasional maupun internasional.

Memasuki era reformasi saat ini dimana dunia menunjukkan perubahan peradaban yang signifikan oleh karena berbagai faktor, (kader) Ansor di tuntut untuk mampu menyesuaikan diri menjawab tantangan dan setiap permasalahan yang ada. Pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum berakhir telah merubah kebiasaan – kebiasaan baru di masyarakat dan merubah tatanan dunia sehingga “memaksa” kita untuk mampu bertahan. Secara internal di negara kita, ternyata pandemi ini telah di manfaatkan oleh kelompok – kelompok yang secara politis menginginkan berlakunya sistem pemerintahan khilafah, mempengaruhi masyarakat dengan berbagai cara, melakukan penetrasi kontradiksi terhadap berbagai kebijakan dan melakukan upaya lain yang mengarah pada terjadinya instabilitas keamanan menjadi tantangan tersendiri bagi Ansor untuk bisa “melawan” demi tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ansor dan Banser secara tegas menyatakan bahwa Pancasila sebagai dasar negara tidak boleh berganti. Sebagai ideologi negara, Pancasila sudah final karena Pancasila merupakan Konsesus Nasional yang di rumuskan oleh para pendiri bangsa termasuk di dalamnya andil para ulama – ulama NU. Mempertahankan kedaulatan negara sebagai implementasi cinta tanah air (hubbul wathon) merupakan sebuah keharusan bagi Ansor. Penguatan dan penguasaan teknologi informasi berbasis digital perlu di lakukan sebagai media juang agar gerak juang menjadi lebih masiv tanpa mengesampingkan pola – pola tradisional yang sudah menjadi ruh bagi perjuangan Ansor selama ini.

Pada akhirnya, perubahan peradaban era digital yang terjadi saat ini harus di jawab oleh kader Ansor dengan kesiapan pada penguasaan teknologi informasi bahkan menuntut untuk bisa dua tiga langkah di depan dibandingkan dengan yang lain agar Ansor sebagai sebuah organisasi bisa memberikan kontribusi lebih dalam eksistensinya.

Selamat Harlah Ansor ke – 87.

(Subhan Sahlan, Kepala Biro Informasi dan Komunikasi Satkorcab BANSER Jakarta Barat)

Happy
Happy
50 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
50 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta Suzi Marsitawati Diminta Harus Transparan

Jakarta, otoritas.co.id – Luar biasa karakter Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, Suzi Marsitawati. Sudah banyak dikritik elemen masyarakat hingga anggota DPRD mengenai adanya pengadaan tanaman senilai 115 miliar, Suzi dengan mudahnya berdalil bahwa hal tersebut penting untuk pemeliharaan, karena anggaran tersebut sudah dirasionalisasi atau di-refocusing. Dimana […]

You May Like

Subscribe US Now