Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Headline » Peristiwa » Fogging Di DKI Tidak Efektif, Rekan Indonesia Tagih Janji Anies Bikin Bahagia Warganya.

Fogging Di DKI Tidak Efektif, Rekan Indonesia Tagih Janji Anies Bikin Bahagia Warganya.

(127 Views) January 30, 2019 4:12 am | Published by | No comment

Otoritas, Jakarta – Musim penghujan yang tengah menerpa saat ini banyak menyebabkan terjadinya wabah demam berdarah, hal ini terjadi karena banyaknya genanganair setelah hujan yang dapat menjadi sarang nyamuk DBD mengingat nyamuk tersebut hanya suka bersarang di air jernih dan bersih.

Dan setiap datang wabah demam berdarah DKI selalu disibukan dengan fogging dengan maksud membunuh nyamuk DBD, namun sayang pelaksanaan fogging yang dilakukan sering tidak tepat sehingga tidak efektif dalam membunuh nyamuk DBD.

Dalam kaitan hal tersebut, Martha Tiana Hermawan, Ketua DKI Jakarta Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia)dalam siaran persnya, Rabu (30/1) di Jakarta.

Tian biasa dia dipanggil menyatakan, Nyamuk DBD ini termasuk golongan nyamuk yang memiliki jam operasional tertib. Karena dia akan pergi dari sarangnya utk menghisap darah 1-1,5 jam setelah matahari terbit.

Tian juga menambahkan, Nyamuk DBD ini juga tidak sembarangan dalam menggigit korbannya, ada jam biologis yang membuatnya lebih aktif pada jam-jam tertentu.

“Nyamuk DBD paling sering menggigit 2 jam setelah matahari terbit dan 3 jam sebelummatahari terbenam. Dan uniknya nyamuk DBD tidak beroperasi disekitar tempat nyamuk tersebut bersarang. Dia akan terbang dulu sejauh 100-200 M sebelum melalukan aktivitas menggigit.” ujar Tian

Masih menurut Tian, Banyak terjadi ketidakefektifan dalam melakukan fogging, dimana masih banyak fogging dilakukan diatas jam nyamuk DBD terbang meninggalkan sarangnya sehingga di satu lokasi fogging hanya membunuh nyamuk biasa dan serangga jenis lainnya.

“Sehingga perlu kiranya pemprov DKI kembali memberikan pemahaman yang lengkap terhadap siklus hidup nyamuk DBD kepada petugas fogging, camat, lurah, ketua RT dan ketua RW agar terwujud niat membunuh nyamuk DBD dengan melakukan fogging tersebut” ungkap Tian.

Menurut Tian itu jadi sia sia ketika fogging dilakukan tidak sesuai dengan waktu aktif nyamuk DBD selain membuang-buang anggaran juga hanya membunuh nyamuk biasa dan serangga saja dan juga berdampak pada kesehatan warga.

“Satu saat terjadi lagi penderita DBD lalu di fogging lagi dengan pola yg tidak efektif tadi justru lama-lama warga yang akan terkena dampak dari racun dalam asap fogging tersebut.” ujar Tian.

Tian juga mengatakan bahwa yang paling efektif dalam memberantas nyamuk DBD adalah dengan melakukan 3 M dan membunuh jentik nyamuk agar tidak menjadi nyamuk baru.

Tian juga menangih janji Anies Baswedan sebagai gubernur DKI Jakarta yang dalam kampanyenya akan membangun peran partisipasi aktif warga dalam mengatasi masalah kesehatan di lingkungan tempat tinggal warga.

“Gubernur harus segera merealisasikan janjinya untuk membangun partisipasi aktif warga dalam mengatasi masalah kesehatan di lingkungan tempat tinggal warga, jangan hanya aktif di acara acara yang seremonial saja” imbuh Tian.

Tian juga menyerukan peran aktif warga untuk dapat melakukan pemberantasan sarang nyamuk dan jentik dimulai dari rumah dan halaman rumah masing masing.

Menurut Tian, warga tidak bisa menunggu pemimpin daerah yang tidak peduli dengan nasib warganya, saat ini hanya diri kita sendiri yang bisa menyelamatkan diri kita sendiri.

“Ayo Aktif Berantas Sarang Nyamuk dan Jentik Nyamuk. Pertahankan Halaman Rumah Kita Masing Masing, Jangan Sampai Menjadi Sarang Nyamuk DBD.” demikian tegas Tian mengakhiri siaran persnya. 

Categorised in: ,

No comment for Fogging Di DKI Tidak Efektif, Rekan Indonesia Tagih Janji Anies Bikin Bahagia Warganya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *